Ilmu
perpustakaan dan Informasi sebagai suatu ilmu yang mempelajari masalah-masalah
informasi dan yang terkait dengan isu-isu sosial serta manajemen keteraturan
informasi itu sendiri dan kaitannya dengan keteraturan sosial, serta
mempelajari upaya-upaya penegakan pedoman-pedoman dan peraturannya, serta
mempelajari teknik-teknik penelusuran yang tidak sesuai dalam penemuan kembali
informasi dan cara-cara pencegahan ketidak-sesuaian penemuan kembali informasi.
Karena, ilmu perpustakaan dan informasi adalah ilmu terapan, metodologi terbaik
untuk memahami sampai pada sumbernya adalah pendekatan multibidang selain dari
pendekatan liniernya. Fokus dan ruang lingkup dan pendekatannya adalah khusus
diterapkan pada masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat plural Indonesia .
Keteraturan informasi dan kaitannya dengan keteraturan sosial, masalah ketidak
sesuaian informasi dengan kebutuhan dan kaitannya dengan masalah sosial
berhubungan dengan pengetahuan tentang pentingnya informasi dan kaitannya
dengan masalah budaya. Masalah-masalah tersebut hanya dapat dipecahkan secara
sistematik dan holistik melalui pendekatan antardisiplin.
Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk,
antara lain:
1.
Penerapan
teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. Bidang
pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah
pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik
dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustakaan.
2.
Penerapan
teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan
informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan TI dalam
perpustakaan ini sering dikenal dengan Perpustakaan Digital.
Kedua fungsi penerapan teknologi
informasi ini dapat terpisah maupun terintegrasi dalam suatu sistem
informasi tergantung dari kemampuan software
yang digunakan, sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi
informasi yang mendukung keduanya. Dalam makalah ini selanjutnya akan membahas
tentang automasi perpustakaan.
Faktor Penggerak
- Kemudahan
mendapatkan produk TI
- Harga
semakin terjangkau untuk memperoleh produk TI
- Kemampuan
dari teknologi informasi
- Tuntutan
layanan masyarakat serba “klick”
Alasan lain
- Mengefisiensikan
dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan
- Memberikan
layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan
- Meningkatkan
citra perpustakaan
- Pengembangan
infrastruktur nasional, regional dan global.
Peranan Katalog dalam
Automasi Perpustakaan
Katalog adalah keterangan singkat atau
wakil dari suatu dokumen. Katalog perpustakaan elektronik adalah jantung dari
sebuah sistem perpustakaan yang terautomasi. Sub sistem lain seperti OPAC dan
sirkulasi berinteraksi dengannya dalam menyediakan layanan automasi. Sebuah sistem
katalog yang dirancang dengan baik merupakan faktor kunci keberhasilan penerapan
automasi perpustakaan.
Cakupan dari Automasi
Perpustakaan
- Pengadaan
koleksi
- Katalogisasi,
inventarisasi
- Sirkulasi,
reserve, inter-library loan
- Pengelolaan
penerbitan berkala
- Penyediaan
katalog (OPAC)
- Pengelolaan
anggota
Bagaimana mengenai Layanan
Referens ?
Layanan referens tidak termasuk dalam
bagian yang terintegrasi dari suatu sistem automasi perpustakaan, namun yang lebih
penting adalah penyediaan teknologi informasi yang digunakan dalam layanan
referens. Layanan informasi referens dikembangkan dengan menyediakan koleksi dalam
bentuk digital yang dikemas dalam CD-ROM dan akses informasi ke jaringan luar (LAN,
WAN, Internet)
Peran CD-ROM
- Mempercepat
akses informasi multi media baik itu berupa abstrak, indeks, bahan full
text, dalam bentuk digital tanpa
mengadakan hubungan ke jaringan komputer.
- Media back-up / cadangan data
perpustakaan dan sarana koleksi referens bagi perpustakaan lain.
Peran Internet
- Untuk
mengakses infrormasi multimedia dalam resource internet.
- Sarana
telekomunikasi dan distribusi informasi.
- Untuk
membuat homepage, penyebarluasan katalog dan informasi.
Keperluan
Pengguna
Pustakawan harus dapat
melayani keperluan pengguna seperti permintaan akan akses yang lebih cepat ke
informasi yang diperlukan dari dalam maupun luar perpustakaan. Dengan begitu
diharapkan agar para pustakawan mahir dalam penggunaan teknologi informasi sehingga
mereka dapat membantu pengguna perpustakaan dalam menemukan informasi yang
diperlukan.
Apa yang harus diketahui
dan dikerjakan oleh pustakawan dalam mengautomasikan perpustakaannya :
- Faham
akan maksud dan ruang lingkup dan unsur dari AP
- Faham
dan bisa mengapresiasi pentingnya melaksanakan analisis sistem yang
menyeluruh sebelum merencanakan desain sistem
- Faham
akan dan bisa mengapresiasi manfaat analisis sistem dan desain,
implementasi, evaluasi dan maintenance.
- Faham
akan proses evaluasi software sejalan dengan proposal sebelum menentukan
sebuah sistem
- Faham
akan dan bisa mengapresiasi pentingnya pelatihan untuk staf dan keterlibatan
mereka dalam seluruh proses kerja
Unsu-unsur Automasi Perpustakaan
Dalam sebuah
sistem automasi perpustakaan terdapat beberapa unsur atau syarat yang saling mendukung
dan terkait satu dengan lainnya, unsur-unsur atau syarat tersebut adalah :
1. Pengguna (users)
Pengguna merupakan unsur utama dalam
sebuah sistem automasi perpustakan. Dalam pembangunan sistem perpustakaan
hendaknya selalu dikembangkan melalui konsultasi dengan pengguna-penggunanya
yang meliputi pustakawan, staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi
serta para anggota perpustakaan. Apa misi organisasi tersebut? Apa kebutuhan
informasi mereka ? Seberapa melek komputerkah mereka? Bagaimana sikap mereka ? Apakah
pelatihan dibutuhkan? Itu adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab dalam
mengembangkan sebuah sistem automasi perpustakaan. Automasi Perpustakaan baru
bisa dikatakan baik bila memenuhi kebutuhan pengguna baik staf maupun anggota
perpustakaan. Tujuan daripada sistem automasi perpustakaan adalah untuk
memberikan manfaat kepada pengguna.
Konsultasikan dengan pengguna untuk
menentukan kebutuhan-kebutuhan mereka. Namun perlu hati-hati terhadap penilaian
keliru yang dilakukan oleh pengguna mengenai kebutuhan dan persepsi tentang apa
yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh suatu sistem komputer . Kebutuhan dapat
dirincikan terlalu banyak atau terlalu sedikit dan kadang-kadang persepsi bisa juga
keliru.
Staf yang bersangkutan harus
dilibatkan mulai dari tahap perencanaan dan pelaksanaan sistem. Masukan dari
masing-masing staf harus dikumpulkan untuk menjamin kerjasama mereka.
Tenaga-tenaga inti yang dilatih untuk menjadi operator, teknisi dan
adminsitrator sistem harus diidentifikasikan dan dilatih sesuai bidang yang
akan dioperasikan.
2.
Perangkat Keras (Hardware)
Komputer adalah sebuah
mesin yang dapat menerima dan mengolah data menjadi informasi secara cepat dan
tepat. Pendapat lain mengatakan bahwa komputer hanya sebuah komponen fisik dari
sebuah sistem komputer yang memerlukan
program untuk menjalankannya.
Dari
beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komputer adalah sebuah alat
dimana kemampuanya sangat tergantung pada manusia yang mengoperasikan dan
software yang digunakan.
Kecenderungan
perkembangan komputer :
- Ukuran
fisik mengecil dengan kemampuan yang lebih besar
- Harga
terjangkau (murah)
- Kemampuan
penyimpanan data berkapasitas tinggi
- Transfer
pengiriman data yang lebih cepat dengan adanya jaringan
Dalam
memilih perangkat keras yang pertama adalah menentukan staf yang bertanggung
jawab atas pemilihan dan evaluasi hardware sebelum transaksi pembelian. Adanya
staf yang bertanggung jawab adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap
pihak lain dan menghindari dampak buruk yang mungkin timbul. Hal lain adalah
adanya dukungan teknis serta garansi produk dari vendor penyedia komputer.
3.
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak diartikan sebagai metode
atau prosedur untuk mengoperasikan komputer
agar sesuai dengan permintaan pemakai. Kecenderungan dari perangkat lunak
sekarang mampu diaplikasikan dalam berbagai sistem operasi, mampu menjalankan
lebih dari satu program dalam waktu bersamaan (multi-tasking), kemampuan mengelola data yang lebih handal, dapat
dioperasikan secara bersama-sama (multi-user).
Untuk mendapatkan software
kini sudah banyak tersedia baik dari luar maupun dalam negeri dengan berbagai
keunggulan yang ditawarkan dan harga yang bervariasi. Di perpustakaan software
yang dikenal antara lain CDS/ISIS, WINISIS yang mudah didapat dan gratis freeware dari Unesco atau dari beberapa perguruan tinggi
sekarang telah banyak membuat dan mengembangakan sistem perpustakaannya sendiri seperti SIPUS 2000 di UGM, Sipisis di
IPB. Masih banyak lagi perguruan tinggi dan institusi pengembang software yang
mengembangkan SIP dengan kemampuan yang tidak kalah sip. Sistem Informasi Perpustakaan ini difungsikan
untuk pekerjaan operasional perpustakaan, mulai dari pengadaan, katalogisasi,
inventarisasi, keanggotaan, OPAC, pengelolaan terbitan berkala, sirkulasi, dan pekerjaan lain dalam lingkup operasi
perpustakaan.
Kriteria
Penilaian Software
Suatu software dikembangkan melalui suatu pengamatan dari
suatu sistem kerja yang berjalan, untuk menilia suatu software tentu saja
banyak kriteria yang harus diperhatikan. Beberapa criteria untuk menilia
software adalah sebagai berikut :
·
Kegunaan
: fasilitas dan laporan yang ada
sesuai dengan kebutuhan dan menghasilkan informasi tepat pada waktu (realtime) dan relevan untuk proses
pengambilan keputusan.
·
Ekonomis : biaya yang dikeluarkan sebanding untuk
mengaplikasikan software sesuai dengan hasil yang didapatkan.
·
Keandalan : mampu menangani operasi pekerjaan dengan
frekuensi besar dan terus-menerus.
·
Kapasitas : mampu menyimpan data dengan jumlah besar
dengan kemampuan temu kembali yang cepat.
·
Sederhana : menu-menu yang disediakan dapat dijalankan
dengan mudah dan interaktif dengan pengguna
·
Fleksibel : dapat diaplikasikan di beberapa jenis
sistem operasi dan institusi serta maupun memiliki potensi untuk dikembangkan
lebih lanjut.
Menentukan
Software
·
Membangun
sendiri
·
Mengontrakan
keluar
·
Membeli
software jadi yang ada di pasaran
Pilihan apapun yang dijatuhkan,
software harus
·
Sesuai
dengan keperluan
·
Memiliki
ijin pemakaian
·
Ada
dukungan teknis, pelatihan , dokumentasi yang relevan serta pemeliharaan.
·
Menentukan
staf yang bertanggungjawab atas pemilihan dan evaluasi software.
Memilih dan membeli
perangkat lunak merupakan suatu proses tersedianya dukungan pemakai, karena
diperlukan banyak pelatihan dan pemecahan masalah sebelum sistem tersebut dapat
berjalan dengan baik. Salah satu cara untuk memastikan dukungan pelanggan
adalah memilih perangkat lunak yang digunakan oleh sejumlah perpustakaan.
Sekelompok besar pengguna biasanya menjustifikasikan layanan dukungan pelanggan
sebagai hal yang subtansial. Selain itu, pengguna dapat saling membantu dalam
pemecahan masalah.
Spesifikasi perangkat
keras harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan minimum operasi perangkat lunak.
4.
Network / Jaringan
Jaringan komputer telah menjadi bagian
dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi
informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama
melalui teknologi.
Komponen perangkat keras jaringan antara
lain : komputer sebagai server dan klien, Network Interface Card ( LAN Card terminal
kabel (Hub), jaringan telepon atau radio, modem.
Hal yang harus diperhatikan dalam membangun jaringan komputer
adalah :
·
Jumlah
komputer serta lingkup dari jaringan (LAN, WAN)
·
Lokasi
dari hardware : komputer, kabel, panel
distribusi, dan sejenisnya
·
Protokol
komunikasi yang digunakan
·
Menentukan
staf yang bertanggun jawab dalam pembangunan jaringan.
5.
Data
Data merupakan
bahan baku informasi, dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur
simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, dan sebagainya.
Data terbentuk dari karakter, dapat berupa alfabet, angka, maupun simbol khusus
seperti *, $ dan /. Data
disusun mulai dari bits, bytes, fields, records, file dan database.
Sistem
informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai
instruksi, dan mengeluarkan hasilnya. Fungsi pengolahan informasi sering
membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu
sebelumnya, karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file
storage) ke dalam model sistem informasi; dengan begitu, kegiatan
pengolahan tersedia baik bagi data baru maupun data yang telah dikumpulkan dan
disimpan sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar